Minggu, 30 Desember 2012

Baunya tahun baru

Kisah tragis yang menimpaku ini terjadi ketika aku masih duduk dibangku kelas 2 sekolah dasar, ketika itu ramai sekali masyarakat berbondong-bondong menuju lapangan sepak bola yang luas, dengan membawa berbagai bentuk mainan serta alat-alat tahun baru seperti teropet, kembang api dan topi untuk menyambut tahun baru, mulai dari tukang sapu jalanan yang membawa terompet kemana-mana, sampai kalangan atas yang juga membawa teropet sambil menggunakan topi kerucut yang telah dihiasi dengan berbagi pernak-pernik tahun baru, sebagian anak-anak kecil juga ikut mempersiapkan diri untuk memeriahkan tahun baru kali ini, termasuk juga diriku yang masih imut-imut.

jam telah menunjukan pukul 23.00 semakin ramai lapangan di padati oleh masyarakat setempat demi memeriahkan tahun baru, aku bersama keluarga telah berada di lapangan sejak pukul 22.00, kami mengambil tempat di tengah-tengah lapangan sembari menggelar tikar untuk duduk bersama-sama, terasa indah sekali saat itu banyak lampu berkelap-kelip dimana-mana, serta ramainya orang-orang berjualan aneka mainan serta makanan.

tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 23.59, satu menit lagi kita mengalami pergantian tahun, aku bersama keluarga ayah, ibu, kak riko, dan kak dian, bersama bersiap-siap untuk meniup terompet tahun baru, kami semua yang berada di lapangan sudah mulai melakukan penghitungan mundur, dalam detik-detik terakhir "sepuluh,,,,sembilang,,,,delapan,,,tujuh,,,enam,,,lima,,empat,,,tiga,,,dua,,,satuuuuu,,,," 
"ayo di tiup trompetnya andi,,!!" sahut kak dian
"iya kak!!" jawabku

"cuuuuuurrrrrr,,cuurrrrrrr,,,," 
"lho kok nggak bunyi,,??" fikirku dalam hati
ternyata bukan bunyi yang keluar dari terompet tetapi malah air mancur, aku jadi bingung karena celanaku mulai merasakan kebanjiran, aku tersentak dan terbangun.
"aduuuhh,, terompet bawah yang bunyi,,,,"  #@#$#%$$^!!!

tidak sadar kalau aku sudah tidur dari jam 9 tadi, karena besok aku masih harus masuk sekolah, dan terbangun karena meniup teropet tahun baru hehehe,,,, 

Jumat, 28 Desember 2012

** Hijab Untuk Laki-laki-



Bismilahirr Rahmanir Rahim,,,

Bila perempuan memiliki jilbab sebagai hijabnya
untuk menghindari fitnah,maka hijabnya laki-laki
adalah,,,,,
-Matanya ketika ia ghadhal bashar,menundukan pandangan.
-Lisan nya,ketika ia berkata seperlunya pada lawan jenis
 tanpa basa basi tanpa tebar pesona.
-Hijab pada hati dan fikirannya,ketika cintanya hanya pada Allah
 Ta'ala,rosul dan orang tua,bukan gema nama mahluk perempuan
 dalam hatinya dan panjang angan  pada fikirannya.
-Hijab lelaki adalah HP nya,ketika isi sms nya hanya untuk
 yang perlu,bukan menanyakan kabar,sudah makan apa belum,
 sudah salat apa belum,apa lagi berlaga membangunkan QL
 (Qiyamulail,salat malam) padahal setelah itu tidur lagi.
-Hijabnya lelaki tidak perlu panjang lebar atau berbentuk kaos
 atauberbentuk kaos atau jains,atau yang berbelah bagian pinggirnya.
-Hijabnya lelaki cukuplah matanya berpaling dari yang bukan haknya,
lisannya yang tak berucap sia-sia,Hati dan fikiranyayang selalu
 berkhid pada Allah ta'alla.
-Uniknya hijab ini juga dapat di pakai oleh kaum hawa,jadi
 jangan takut untuk mencobanya.

''Katakanlah kepada laki-laki''
beriman,agar mereka menjaga pandangan NYA yang demikian
 itu lebih suci bagi mereka.sungguh Allah maha mengetahui apa
 yang mereka perbuat'' -QS.An-Nur;30.

Semoga ber manfaat
wallahu A'lam bishawad.

Sabtu, 22 Desember 2012

Fino Teman Belajar

Pagi yang mendung di selimuti kabut debu yang dingin tidaklah meluluhkan semangat ku untuk belajar, sudah hampir satu bulan kota cairo dalam cengkraman musim dingin setelah sebelumnya tesengat panas, ku lantunkan sedikit ayat suci al-qur'an sebagai pengantarku dalam belajar pagi ini, tidak terasa tinggal menghitung hari ujian semester akan dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa universitas al-azhar, sedikit tegang yang kurasakan saat ini, karena ini merupakan kesempatan terakhir bagiku untuk bisa naik ketingkat selanjutnya.

Tancapkan kembali semangat dengan ditemani secangkir kopi susu dan dua buah roti fino, kembali membuka halaman-demi halaman buku pelajaran tentang sejarah pensyariatan islamiyah, setiap lembar kertas yang ku baca, aku selalu menemukan berbagai macam ilmu pengetahuan tentang sejarah peradaban umat islam yang begitu kental, dimulai dari pengertian sejarah itu sendiri atau biasa disebut tarikh dan sejarah pensyari'atan, begitu luar biasa rasanya, seolah-olah aku juga ikut merasakan bagaimana perjuagan umat islam pada zaman dahulu.

Kugigit kembali roti finoku sambil menikmati kopi susu untuk menghangatkan tubuh, kemudian kulanjutkan membacanya, semakin menarik cerita sejarah yang ada didalam buku kuliah ini, begitu indah sang duktur menjelaskan kepada mahasiswanya melewati cerita sejarah yang bisa membangkitkan semangat juang, semakin kencang kumembacanya tidak terasa roti finonya sudah habis begitu juga kopi susunya, kini mulai terasa dingin kembali, meskipun sudah memakai jaket dan berselimut tebal. 
Tetap semangat meskipun dingin :D
Mohon do'anya dari temen2 supaya bisa najah imtihannya, amiiin,,, :)
 

Jumat, 21 Desember 2012

WE LOVE YOU MOM ..

Ketika dada terasa sesak oleh kecewa ..
Ketika air mata tak mampu lagi kita bendung ..
Dan ketika raga terasa lemah tak berdaya ,

Ada seseorang yang senantiasa membuat kita menjadi lebih baik,

Ketika kita merasa terhina, bahkan ketika seluruh dunia menjauhi kita ,

Ada seseorang yang tak pernah berhenti membangun semangat kita, memaafkan kita dan tak kenal lelah berdoa ..

Di kakinyalah letak kemuliaan surga
Dialah pemilik sentuhan selembut sutera
Darinyalah semua teladan serta nasehat nasehat, doa dan restu menyertai ..
Telah lahir dari rahimnya beribu lakon, nasib serta sejarah manusia

Dia anugerah Allah Yang Maha Pengasih ..
Dia penyambung kasih sayang , cinta dan kasih ..
Rindu kasih mu senantiasa bertahta
Dalam hidup setiap insan
Yang terlahir dari rahimmu yang suci.
Tak kan habis doa dan kasih sayang untuknya
Takkan cukup kata baginya
atas cinta dan tulus kasihnya

Ya Allah, penuhilah surga Mu dengan wanita wanita mulia seperti ibunda kami .

@@@@@

Untuk seluruh Ibunda tercinta ..

SELAMAT HARI IBU ..

Wahai ibunda pemilik senyum abadi
Semoga Allah selalu memberi kemampuan untuk membimbing dan menghantarkan serta menjadi teladan bagi putera puteri tercinta ..

Semoga Allah Yang Maha Penyayang senantiasa memuliakan dan merahmatimu..

Aamiin Allahumma aamiin ..

FB Mutiara Air Mata Muslimah

i love my mother
 

Senin, 17 Desember 2012

... SURAT SEORANG IBU KEPADA ANAKNYA ...


  Bismillahir-Rah manir-Rahim ... Surat ini datang dari ibumu, yang selalu dirundung sengsara. Setelah berpikir panjang, ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri ini.

Setiap kali menulis, setiap itu pula gores tulisan ini terhalangi oleh tangis. Dan setiap kali menitikkan air mata, setiap itu pula, h
ati ini terluka.

Wahai anakku…

Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak. Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau akan remas kertas ini, lalu engkau robek-robek, sebagaimana sebelumnya engkau telah remas hati ibu, dan telah engkau robek pula perasaannya.

Wahai anakku…

25 tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku.

Suatu ketika dokter datang menyampaikan tentang kehamilanku, dan semua ibu sangat mengerti arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini, sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi ibu.

Semenjak kabar gembira tersebut, aku membawamu sembilan bulan. Tidur, berdiri, makan, dan bernafas dalam kesulitan. Akan tetapi, itu semua tidak mengurangi cinta dan kasih sayangku kepadamu, bahkan ia tumbuh bersama berjalannya waktu.

Aku mengandungmu wahai anakku, pada kondisi lemah di atas lemah. Bersamaan dengan itu, aku begitu gembira tatkala merasakan dan melihat terjalan kakimu, atau balikan badanmu di perutku.

Aku merasa puas, setiap aku menimbang diriku, karena bila semakin hari semakin berat perutku, berarti dengan begitu engkau sehat wal afiat di dalam rahimku.

Anakku…

Penderitaan yang berkepanjangan menderaku, sampailah tiba pada malam itu, yang aku tidak bisa tidur sekejap pun, aku merasakan sakit yang tidak tertahankan, dan merasakan takut yang tidak bisa dilukiskan.

Sakit itu berlanjut, sehingga membuatku tidak dapat lagi menangis. Sebanyak itu pula, aku melihat kematian di hadapanku, hingga tibalah waktunya engkau keluar ke dunia, dan engkau lahir. Bercampur air mata kebahagiaanku dengan air mata tangismu.

Ketika engkau lahir, menetes air mata bahagiaku. Dengan itu, sirna semua keletihan dan kesedihan, hilang semua sakit dan penderitaan, bahkan kasihku kepadamu semakin bertambah, dengan bertambah kuatnya sakit.

Aku raih dirimu, sebelum ku raih minuman. Aku peluk cium dirimu, sebelum meneguk satu tetes air yang ada di kerongkongan.

Wahai anakku…

Telah berlalu setahun dari usiamu. Aku membawamu dengan hatiku, memandikanmu dengan kedua tangan kasih sayangku. Sari pati hidupku, kuberikan kepadamu. Aku tidak tidur, demi tidurmu, berletih demi kebahagiaanmu. Harapanku pada setiap harinya, agar aku selalu melihat senyumanmu. Kebahagiaanku setiap saat, adalah setiap permintaanmu agar aku berbuat sesuatu untukmu. Itulah kebahagiaanku.

Lalu berlalulah waktu, hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, selama itu pula, aku setia menjadi pelayanmu yang tidak pernah lalai… menjadi dayangmu yang tidak pernah berhenti… menjadi pekerjamu yang tidak pernah lelah… dan mendoakan selalu kebaikan dan taufiq untukmu.

Aku selau memperhatikan dirimu, hari demi hari, hingga engkau menjadi dewasa. Badanmu yang tegap, ototmu yang kekar, kumis dan jambang tipis telah menghiasi wajahmu, telah menambah ketampananmu, wahai anakku…

Tatkala itu, aku mulai melirik ke kiri dan ke kanan, demi mencari pasangan hidupmu, semakin dekat hari perkawinanmu anakku, semakin dekat pula hari kepergianmu.

Tatkala itu, hatiku serasa teriris-iris, air mataku mengalir, entah apa rasanya hati ini. Bahagia telah bercampur dengan duka. Tangis telah bercampur pula dengan tawa.

Bahagia karena engkau mendapatkan pasangan… karena engkau telah mendapatkan jodoh… karena engkau telah mendapatkan pendamping hidup… Sedangkan sedih karena engkau adalah pelipur hatiku, yang akan berpisah sebentar lagi dari diriku. Waktu pun berlalu, seakan-akan aku menyeretnya dengan berat, kiranya setelah perkawinan itu, aku tidak lagi mengenal dirimu.

Senyummu yang selama ini menjadi pelipur duka dan kesedihanku, sekarang telah sirna bagaikan matahari yang ditutupi oleh kegelapan malam. Tawamu yang selama ini kujadikan buluh perindu, sekarang telah tenggelam, seperti batu yang dijatuhkan ke dalam kolam yang hening, dengan dedaunan yang berguguran, aku benar-benar tidak mengenalmu lagi, karena engkau telah melupakanku dan melupakan hakku.

Terasa lama hari-hari yang ku lewati, hanya untuk melihat rupamu. Detik demi detik ku hitung demi mendengar suaramu. Akan tetapi penantianku seakan sangat panjang. Aku selalu berdiri di pintu hanya untuk menanti kedatanganmu. Setiap kali berderit pintu, aku menyangka bahwa engkaulah orang yang datang itu. Setiap kali telepon berdering, aku merasa bahwa engkau yang akan menelponku. Setiap suara kendaraan yang lewat, aku merasa bahwa engkaulah yang datang.

Akan tetapi semua itu tidak ada, penantianku sia-sia, dan harapanku hancur berkeping. Yang ada hanya keputus-asaan… Yang tersisa hanya kesedihan dari semua keletihan yang selama ini ku rasakan, sambil menangisi diri dan nasib yang memang ditakdirkan oleh-Nya.

Anakku…

Ibumu tidaklah meminta banyak, ia tidaklah menagih padamu yang bukan-bukan.

Yang ibu pinta kepadamu:

Jadikan ibumu sebagai sahabat dalam kehidupanmu.

Jadikanlah ibumu yang malang ini sebagai pembantu di rumahmu, agar bisa juga aku menatap wajahmu, agar ibu teringat pula dengan hari-hari bahagia masa kecilmu.

Dan ibu memohon kepadamu nak, janganlah engkau pasang jerat permusuhan dengan ibumu.

Jangan engkau buang wajahmu, ketika ibumu hendak memandang wajahmu.

Yang ibu tagih kepadamu:

Jadikanlah rumah ibumu, salah satu tempat persinggahanmu, agar engkau dapat sekali-kali singgah ke sana, sekalipun hanya sedetik.

Jangan jadikan ia sebagai tempat sampah yang tidak pernah engkau kunjungi. Atau sekiranya terpaksa engkau datang sambil engkau tutup hidungmu dan engkaupun berlalu pergi.

Anakku…

Telah bungkuk pula punggungku… bergemetar tanganku… karena badanku telah dimakan oleh usia, dan telah digerogoti oleh penyakit… Berdirinya seharusnya telah dipapah… duduk pun seharusnya dibopong…

Akan tetapi, yang tidak pernah sirna -wahai anakku- adalah cintaku kepadamu… masih seperti dulu… masih seperti lautan yang tidak pernah kering… masih seperti angin yang tidak pernah berhenti…

Sekiranya engkau dimuliakan satu hari saja oleh seseorang, niscaya engkau akan balas kebaikan dengan kebaikan, sedangkan ibumu, mana balas budimu, mana balasan baikmu?! bukankah air susu seharusnya dibalas dengan air serupa?! bukan sebaliknya air susu dibalas dengan air tuba?! Dan bukankah Alloh ta’ala, telah berfirman:

هل جزاء الإحسان إلا الإحسان

Bukankah balasan kebaikan, melainkan kebaikan yang serupa?!

Sampai begitukah keras hatimu, dan sudah begitu jauhkah dirimu setelah berlalunya hari dan berselangnya waktu.

Wahai anakku…

Setiap kali aku mendengar bahwa engkau bahagia dengan hidupmu, setiap itu pula bertambah kebahagiaanku. Bagaimana tidak?! Karena engkau adalah buah dari kedua tanganku… Engkau adalah hasil dari keletihanku… Engkaulah laba dari semua usahaku…

Dosa apakah yang telah ku perbuat, sehingga engkau jadikan diriku musuh bebuyutanmu?!

Pernahkah suatu hari aku salah dalam bergaul denganmu?!

Atau pernahkah aku berbuat lalai dalam melayanimu?!

Tidak dapatkah engkau menjadikanku pembantu yang terhina dari sekian banyak pembantu-pembantumu yang mereka semua telah engkau beri upah?!

Tidak dapatkah engkau berikan sedikit perlindungan kepadaku di bawah naungan kebesaranmu?!

Dapatkah engkau sekarang menganugerahkan sedikit kasih sayang demi mengobati derita orang tua yang malang ini?!

إن الله يحب المحسنين

Sesungguhnya Alloh mencintai orang-orang yang berbuat baik.

Wahai anakku…

Aku hanya ingin melihat wajahmu, dan aku tidak menginginkan yang lain.

Wahai anakku…

Hatiku terasa teriris, air mataku mengalir, sedangkan engkau sehat wal afiat. Orang-orang sering mengatakan, bahwa engkau adalah laki-laki yang supel, dermawan dan berbudi.

Wahai anakku…

Apakah hatimu tidak tersentuh, terhadap seorang wanita tua yang lemah, binasa dimakan oleh rindu berselimutkan kesedihan, dan berpakaian kedukaan?!

Mengapa? Tahukah engkau itu?! Karena engkau telah berhasil mengalirkan air matanya… Karena engkau telah membalasnya dengan luka di hatinya… Karena engkau telah pandai menikam dirinya dengan belati durhakamu tepat menghujam jantungnya… Karena engkau telah berhasil pula memutuskan tali silaturrahim.

Wahai anakku…

Ibumu inilah sebenarnya pintu surga, maka titilah jembatan itu menujunya… Lewatilah jalannya dengan senyuman yang manis, kemaafan, dan balas budi yang baik… Semoga aku bertemu denganmu di sana, dengan kasih sayang Alloh ta’ala sebagaimana di dalam hadits:

الوالد أوسط أبواب الجنة فإن شئت فأضع ذلك الباب أو احفظه

Orang tua adalah pintu surga yang paling tinggi. Sekiranya engkau mau, sia-siakanlah pintu itu, atau jagalah! (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi, dishohihkan oleh Albani)

Anakku…

Aku mengenalmu sejak dahulu… semenjak engkau telah beranjak dewasa… aku tahu engkau sangat tamak dengan pahala… engkau selalu cerita tentang keuatamaan berjamaah… engkau selalu bercerita terhadapku tentang keutamaan shof pertama dalam sholat berjamaah… engkau selalu mengatakan tentang keutamaan infak, dan bersedekah…

Akan tetapi satu hadits yang telah engkau lupakan… satu keutamaan besar yang telah engkau lalaikan… yaitu bahwa Nabi -shollallohu alaihi wasallam- telah bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdulloh bin Mas’ud, ia mengatakan:

سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم، قلت: يا رسول الله أي العمل أفضل؟ قال: الصلاة على ميقاتها. قلت: ثم أيُّ؟ قال: ثم بر الوالدين. قلت: ثم أيُّ؟ قال: الجهاد في سبيل الله. فسكت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ولو استزدته لزادني. (متفق عليه)

Aku bertanya kepada Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-: Wahai Rosululloh, amal apa yang paling mulia? Beliau menjawab: sholat pada waktunya. Aku bertanya lagi: Kemudian apa wahai Rosululloh? Beliau menjawab: Kemudian berbakti kepada kedua orang tua. Aku bertanya lagi: Kemudian apa wahai Rosululloh? Beliau menjawab: Kemudian jihad di jalan Alloh. Lalu aku pun diam (tidak bertanya) kepada Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- lagi, dan sekiranya aku bertanya lagi, niscaya beliau akan menjawabnya.

Itulah hadits Abdulloh bin Mas’ud…

Wahai anakku…

Inilah aku, ibumu… pahalamu… tanpa engkau harus memerdekakan budak atau banyak-banyak berinfak dan bersedekah… aku inilah pahalamu…

Pernahkah engkau mendengar, seorang suami yang meninggalkan keluarga dan anak-anaknya, berangkat jauh ke negeri seberang, ke negeri entah berantah untuk mencari tambang emas, guna menghidupi keluarganya?! Dia salami satu persatu, dia ciumi isterinya, dia sayangi anaknya, dia mengatakan: Ayah kalian, wahai anak-anakku, akan berangkat ke negeri yang ayah sendiri tidak tahu, ayah akan mencari emas… Rumah kita yang reot ini, jagalah… Ibu kalian yang tua renta ini, jagalah…

Berangkatlah suami tersebut, suami yang berharap pergi jauh, untuk mendapatkan emas, guna membesarkan anak-anaknya, untuk membangun istana mengganti rumah reotnya.

Akan tetapi apa yang terjadi, setelah tiga puluh tahun dalam perantauan, yang ia bawa hanya tangan hampa dan kegagalan. Dia gagal dalam usahanya. Pulanglah ia kembali ke kampungnya. Dan sampailah ia ke tempat dusun yang selama ini ia tinggal.

Apa lagi yang terjadi di tempat itu, setibanya di lokasi rumahnya, matanya terbelalak. Ia melihat, tidak lagi gubuk reot yang ditempati oleh anak-anak dan keluarganya. Akan tetapi dia melihat, sebuah perusahaan besar, tambang emas yang besar. Jadi ia mencari emas jauh di negeri orang, kiranya orang mencari emas dekat di tempat ia tinggal.

Itulah perumpaanmu dengan kebaikan, wahai anakku…

Engkau berletih mencari pahala… engkau telah beramal banyak… tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang maha besar… di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu masuk surga…

Ibumu adalah orang yang dapat menghalangimu untuk masuk surga, atau mempercepat amalmu masuk surga… Bukankah ridloku adalah keridloan Alloh?! Dan bukankan murkaku adalah kemurkaan Alloh?!

Anakku…

Aku takut, engkaulah yang dimaksud oleh Nabi Muhammad -shollallohu alaihi wasallam- di dalam haditsnya:

رغم أنفه ثم رغم أنفه ثم رغم أنفه قيل من يا رسول الله قال من أدرك والديه عند الكبر أحدهما أو كليهما ثم لم يدخل الجنة (رواه مسلم)

Celakalah seseorang, celakalah seseorang, dan celakalah seseorang! Ada yang bertanya: Siapakah dia wahai Rosululloh? Beliau menjawab: Dialah orang yang mendapati orang tuanya saat tua, salah satu darinya atau keduanya, akan tetapi tidak membuat dia masuk surga. (HR. Muslim 2551)

Celakalah seorang anak, jika ia mendapatkan kedua orang tuanya, hidup bersamanya, berteman dengannya, melihat wajahnya, akan tetapi tidak memasukkan dia ke surga.

Anakku…

Aku tidak akan angkat keluhan ini ke langit, aku tidak akan adukan duka ini kepada Alloh, karena jika seandainya keluhan ini telah membumbung menembus awan, melewati pintu-pintu langit, maka akan menimpamu kebinasaan dan kesengsaraan, yang tidak ada obatnya dan tidak ada tabib yang dapat menyembuhkannya…

Aku tidak akan melakukannya wahai anakku… tidak… bagaimana aku akan melakukannya, sedangkan engkau adalah jantung hatiku… bagaimana ibu ini kuat menengadahkan tangannya ke langit, sedangkan engkau adalah pelipur lara hatiku… bagaimana ibu tega melihatmu merana terkena doa mustajab, padahal engkau bagiku adalah kebahagiaan hidupku…

Bangunlah nak… bangunlah… bangkitlah nak… bangkitlah… uban-uban sudah mulai merambat di kepalamu. Akan berlalu masa, sehingga engkau akan menjadi tua pula.

الجزاء من جنس العمل

Sebagaimana engkau akan berbuat, seperti itu pula orang akan berbuat kepadamu.

الجزاء من جنس العمل

Ganjaran itu sesuai dengan amal yang engkau telah tanamkan. Engkau akan memetik sesuai dengan apa yang engkau tanam.

Aku tidak ingin engkau menulis surat ini… aku tidak ingin engkau menulis surat yang sama, dengan air matamu kepada anak-anakmu, sebagaimana aku telah menulisnya kepadamu.

Wahai anakmu…
bertakwalah kepada Alloh… takutlah engkau kepada Alloh… berbaktilah kepada ibumu… peganglah kakinya, sesungguhnya surga berada di kakinya… basuhlah air matanya, balurlah kesedihannya… kencangkan tulang ringkihnya… dan kokohkan badannya yang telah lapuk…

Anakku…

setelah engkau membaca surat ini, terserah padamu. Apakah engkau sadar dan engkau akan kembali, atau engkau akan merobeknya.

Wa shollallohu ala nabiyyina muhammadin wa ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Dari Ibumu yang merana.

Wallahu a'lam bish-shawab ...
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Sumber : FB Mutiara Air Mata Muslimah

Indonesia is Simple


Ternyata Bahasa Indonesia Lebih Simple Daripada Bahasa Inggris

English: “Would you please care to elaborate on that statement?”.
Indonesian: “MAKSUD LOH?!”

English: “The meeting will start at 9:15 AM. Please be there 15 minutes beforehand.”
Indonesian: ” JAnGAn Telat Yee !”

English: “I definitely won’t make it. You guys go and have fun without me.”
Indonesian: “Ntar gue nyusul.”

English: “your statement is already known by everybody else”.
Indonesian: ” UDAH BASI.. LO ”

English: “I couldn’t see the necessity of this conversation”.
Indonesian: ” gaK PENTING Boo … ”

English: “I couldn’t think of any idea of where to go and what to do”.
Indonesian : ” MATI GAYA neh ”

English: “I need to tell u something unfortunately still need to be confirmed on its validity”.
Indonesian: ” Eh….TAU GA’ SIH LO……(Nggosip) ”

English: “I coudn’t imagine what else could’ve happen”.
Indonesia: ” BUSET DAH !! ”

English: “The conclusion which is not accepted”.
Indonesian: ” CAPE Deehh!! ”

English: “pardon me”
Indonesia : ” HAaHhh ??

English: “I think you should not act in such an improper way”.
Indonesian: ” PLiiiss Dech ”

... HIKMAH DIBALIK PERISTIWA ...


  Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... Teringat tahun kemarin saat mengalami patah kaki, jenuhnya minta ampun... Biasanya padat dengan kegiatan, aktif kesana kemari jadi harus diam, Hanya diam di tempat tidur, rasanya sangat tersiksa. Awalnya aku sulit menerima kenyataan ini tapi pada akhirnya aku bisa juga menerima keadaan ini walaupun sangat sulit kurasa. Dan mulailah aku berusaha 'menyibukkan diri' dengan aktivitas yang bisa ku lakukan dalam keadaan seperti ini.

Peristiwa itu terjadi pada 20 maret setahun yg lalu., waktu itu aku pulang lari pagi dan bermaksud hndk ke toko naik motor.., Motor kujalankan pelan-pelan di pinggir, Namun pas di persimpangan, tiba2 dr arah belakang motorku di seruduk sesuatu dgn sgt keras, aku terjatuh dan “duk duk duk” lalu gelap.

Waktu sadar aku sudah berada di rumah sakit, belakangan aku tau bahwa beberapa tetangga yg mengenalku membawaku ke rumah sakit ini. 
Aku di UGD, luka-lukaku sedang dijahit. Aku tidak terlalu merasakan sakit soalnya waktu itu masih setengah sadar. Pas kaki kiriku diangkat aku menjerit "aw! sakkkkiiiiitttt !" tidak berapa lama aku dirontgen dan hasilnya... kata dokter kakiku patah! dan patahnya parah! Soalnya hampir remuk! Keluarga yang datang menjenguk sangat sedih dan prihatin, tapi aku biasa saja menanggapinya karena masih setengah sadar, hehe.. Setelah itu aku dibawa ke ruang rawat dan dijadwalkan operasi besok..
Sorenya perawat memasang spalk di kakiku untuk menjaga posisi tulang karena besok mau operasi.
Keesokan harinya aku dibawa ke ruang operasi, aku merasa biasa saja karena memang belum mengerti apa itu dioperasi. Tapi pas masuk ruang operasi terdengar lagu religi dari vagetoz (judulnya lupa..) aku jadi sedih.. serasa mau mati saja... aku menangis.. kata dokternya "kenapa? takut?" "ngga dok, itu lagunya sedih hiks..." dokternya jadi tertawa, hehehe...

Lalu aku disuntik obat bius, rasanya sangat 'peureus!' (apa ya bahasa indonesianya.. pokoknya sakit banget) rasa itu menjalar di tanganku dan akhirnya gelap...
Sekitar jam 5 aku sadar kemudian dibawa ke ruang rawat. Aku dirawat selama 1 minggu di rumah sakit.

Seminggu kemudian aku ke dokter lagi untuk buka jahitan. Pas dibuka jahitan rasanya sakkiiittt sekali... Sampai-sampai aku menangis seperti anak kecil...hiks... hiks... Dokternya mengerti, katanya "gak apa-apa nangis juga..."

Pada bulan mei aku check up, alhamdulillah ada sedikit pertumbuhan tulang... Aku disuruh latihan menekuk sampai 90 derajat.. Setelah latihan terus akhirnya aku bisa...aku jg mulai latihan berjalan dgn tongkat sedikit2…
Dokter juga menyuruh untuk diet, karena berat badanku naik, kata dokter kalo badannya terlalu berat kurang baik untuk tulang, akan terlalu membebani tulang. Pas di rumah aku coba diet tapi cuma bertahan 3 hari, hehehe...

Pada bulan juli aku check up lagi... Menurut prediksi dokter, juli itu aku sudah boleh lepas tongkat. Pertama kali belajar jalan tanpa tongkat, rasanya sangat berat......sung guh.....sulit sekali....aku tertatih-tatih. ...
di rumah aku latihan jalan secara pelan-pelan,,, alhamdulillah sebulan kemudian aku sudah lumayan lancar jalannya. Aku mulai berani bepergian tanpa tongkat lagi..
Dan Alhamdulillah aku jg berhasil menurunkan bb… ^_^

Awal September 2010 aku melanjutkan kuliah lagi setelah mengambil cuti 1 semester... Hari2 berjalan kembali seperti semula, hanya saja aku merasa trauma klo hrs naik motor lagi , kaki juga sering terasa sgt tidak nyaman .. karena jika cuaca dingin dan jika aku kehujanan, kakiku terasa sangat linu,, sehingga jalannya agak pincang.

Pada pertengahan maret 2012 aku check up ke dokter lagi. setelah dirontgen ternyata kata dokter tulangnya sudah menyambung dengan baik dan pen hrs dilepas agar tdk mengganggu perkembangan tulang.

Akhirnya pada 27 maret 2012 pen di kakiku dilepas. 
Setelah operasi rasanya sakit sekali,,, aku belum kuat untuk berjalan,,, karena itu kembali aku memakai tongkat sebagai alat bantu…
Tapi Kata dokter, setelah operasi ,kakinya langsung digunakan berjalan juga tidak apa-apa asal jangan dulu lari dan loncat-loncat karena terdapat rongga-rongga bekas sekrup pada tulang. Jadi mesti menunggu sampai rongga-rongga tersebut terisi lagi, baru lebih leluasa untuk lari atau loncat-loncat… ^

Alhamdulillah seiring berjalannya waktu , aku selalu berharap keadaan menjadi semakin baik...
Ada banyak sekali hikmah yang ku dapat dr peristiwa itu. Sebelumnya karena aku terlalu sibuk dengan kegiatanku, aku jarang menghabiskan waktu dengan keluarga. Tetapi semenjak kejadian itu, aku jadi lebih dekat dengan keluarga. Aku begitu merasakan betapa berartinya keluarga itu. Memang ketika aku sehat aku sering menghabiskan waktu dengan teman-temanku karena berbagai urusan, tetapi ketika aku sakit keluargalah yang selalu ada untuk merawatku. Ayah, ibu, nenek, kakek, bibi-bibi, paman-paman, tetangga...semu anya sangat peduli padaku, padahal sebelumnya aku berinteraksi seperlunya dengan mereka karena kesibukanku. Ya Allah...rasanya malu sekali..

Dan boleh dibilang pengalaman patah tulang ini juga memberikanku banyak pengalaman spiritual. Dari hari pertama pasca operasi pemasangan pen hingga hari ketika aku didesak untuk segera melepasnya.
Aku melihat dan merasakan anugerah yang luar biasa. Melihat hal-hal yang tidak semua orang dapat melihatnya. Keyakinan akan adanya kematian yang setiap orang pasti akan mengalaminya dengan waktu yang berbeda setiap orangnya.

Semoga ini menyadarkan kita bahwa sehat itu mahal tapi gratis, sementara sakit itu lebih murah namun kita diharuskan untuk membayarnya. Tidak perlu mengalami apa yang aku rasakan, cukuplah bersyukur karena sekali lagi sehat itu mahal tapi gratis!

Semakin gelap hari semakin kita akan menuju cahaya.
Jangan berputus asa, akan selalu ada sinar mentari yang akan menyapa kita meski di ujung senja....

Wallahua’lam bish Shawwab ....
Barakallahufiku m ....

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
--------------- --------------- --------------- ---
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahum ma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Sumber : FB Mutiara Air Mata Muslimah

... Sudah Janda Sebelum Menikah ...


   Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... Hidup ini terasa lebih indah daripada biasanya ketika sedang jatuh cinta. Betapa tidak, hari-hari akan dipenuhi tawa karna sms dari dia, akan selalu bergembira karna rayuan gombalnya, dan jadi sering berkhayal karna janji-janjinya. Luar biasa hebat bahaya jatuh cinta. Sampai-sampai banyak lagu tercipta tentang indahnya jatuh cinta, dan serba-serbi berita tentang asmara sangat diminati masyarakat.

Yang menjadi menarik adalah jatuh cinta itu sudah dimulai sejak usia ABG usia SMP yang baru masa peralihan dari anak-anak ke remaja, jatuh cinta masa ini disebut cinta monyet. Dari namanya saja sudah enggak serius itu artinya adalah jatuh cinta main-main bisa dikatakan belajar tentang cinta. Anak yang duduk dibangku Sekolah Dasar juga sudah mengenal kata pacaran, ngefans dan sudah terlihat indikasi menyukasi lain jenis. Namun yang menjadi perhatian, sejauh mana sih perilaku ABG saat ini ketika menjalani cinta monyetnya?

Terdengar lucu ya saat melihat anak SMP berpasangan jalan di Mall sambil bergandeng tangan, kita para orang dewasa sering memandang remeh hal tersebut, dan bahkan menggumam “anak kecil aja gaya pake pacaran, sekolah dululah”. Pada enggak tau kan sebetulnya mereka, kebanyakan para perempuannya banyak berkorban untuk hubungan cinta monyet tersebut? Misalkan berkorban uang jajan, berkorban waktu, bersedia bolos hanya untuk melihat pacar monyetnya bertanding basket, atau berkorban pikiran yaitu mengerjakan pekerjaan rumah pacarnya dan lain sebagainya, dengan dalih itu kan pacarku jadi aku lakukan yang terbaik buat dia. So nice when heart it, tapi apa semua itu sudah waktunya mengingat usia anak-anak tersebut belum saatnya untuk berpacaran bahkan hingga mengorbankan sesuatu demi pacarnya monyetnya?

Ini akan menjadi masalah lebih serius setelah salah satu dari anak-anak kita kepergok membawa majalah dewasa, membuka situs porno, atau bersms ria dengan bahasa yang cukup dewasa. Baru kita tersadar, ternyata pacaran anak-anak kita harus diawasi, sejauh mana mereka berperlakuan terhadap pacar monyetnya, terlebih bagi orang tua yang memiliki anak perempuan usia puber, harus lebih waspada. Berita yang muncul di televisi menjadikan peringatan bagi para orang tua, kasus gadis SMP di mainkan beramai-ramai dengan teman sekelas, lalu gadis usia 15 tahun hamil tanpa diketahui siapa suaminya dan masih banyak lagi kasus yang memprihatinkan dikalangan remaja putri kita diluaran sana.

Tidak sedikit korban dari cinta monyet yang menjadikan remaja putri kita sudah menjadi janda sebelum menikah, maksud saya adalah mereka sudah melepas keperawanan di usia dini yaitu usia ABG usia SMP dengan pacar monyetnya. Seorang perempuan akan dikatakan janda ketika sudah menikah lalu bercerai, namun apa bedanya kalau belum menikah namun sudah melakukan hubungan intim apa masih dikatakan gadis? Tentu bukan, mereka sudah janda padahal belum menikah. Naudubillah.

Pacaran tidak sehat yang terjadi dikalangan remaja kita tergolong tindakan kriminal dini, yang seharusnya bisa dicegah dan kalau memang sudah terlanjur hal itu bisa dilaporkan, namun kita juga akan mempertimbangkan perasaan remaja putri kita bagaimana mental dia. Mengingat sebuah perkosaan itu merupakan deleaduan, yang menjadikan rancu itu perkosaan atau dilakukan suka sama suka. Jika memang perkosaan maka harus dilaporkan dan tidak diterima laporannya ketika tidak ada pelaporan dari korban sedangkan korban menanggung rasa malu dan menganggap itu sebuah aib. Kalau bukan para orang tua yang mengkontrol dan memproteksi perilaku anak kita lalu siapa lagi? Jangan biarkan remaja putri kita menjadi janda sebelum menikah, selalu perhatikan perkembangan pergaulannya, tanpa menjadi remaja yang kuper, orang tua dapat mengarahkan pada banyak kegiatan untuk menyalurkan bakat putra-putri kita yang menghasilkan prestasi ketimbang membiarkan mereka berpacaran yang akibat tidak baik nantinya. Ini kewaspadaan yang memang harus kongkrit tindakannya.

Seharusnya anak-anak kita mengenal pacaran pada usia setelah selesai menempuh pendidikan tingkat atas. Usia tersebut sudah mampu berfikir secara rasional dan mengimbangkan dengan perasaan. Namun tetap orang tua mempunyai andil penuh dan masukan yang mengarahkan anak pada kebaikan sesuai dengan latar belakang dan kepribadian anak.

SUMBER : KOMPASIANA

Wallahua’lam bish Shawwab ....
Barakallahufiku m ....

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

... KEKUATAN DOA SANG IBU ...


  Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... Semasa kerajaan Bani Umayyah berkuasa di bawah pemerintahan Khalifah Mu’awiyah bin Abu Sufyan, hiduplah seorang janda dan ketiga orang anak perempuannya yang masih kecil dari keturunan Nabi Muhammad saw, Mereka hidup dalam keprihatinan.

Pada suatu hari, anak-anaknya menangis kencang karena sudah tidak bisa menahan lapar. Sang ibu sudah tidak sanggup membujuk mereka untuk berhenti menangis. Di antara isak tangis anak-anaknya, sang ibu menyuruh anak-anaknya untuk bersabar sampai besok. Sang ibu berjanji akan pergi ke pejabat untuk meminta bantuan.

Pagi harinya, ibu dan ketiga anaknya pergi ke tempat pejabat Tuan Hakim. Sesampainya di sana, ia mengutarakan permintaan bantuan kepada sang pejabat. Namun, sang pejabat menyuruh ibu dan anak-anaknya kembali lagi keesokan harinya. Sang ibu tidak menerima begitu saja, ia terus membujuk untuk bisa diberikan batuan hari itu juga. Ibu itu menarik tangan anaknya untuk pulang, tetapi karena anak itu tidak mengerti , mereka justru lebih kuat lagi tangisannya karena dilihatnya tidak ada sesuatu yang diberikan oleh pejabat itu.

“Tuan Hakim tidak memberi kita apa-apa, Ibu?” tanya anaknya yang sulung.
“Tuan Hakim sibuk hari ini, Nak. Besok dia akan memberikan sesuatu kepada kita,” bujuk si ibu.

Pada malam harinya, sang ibu berusaha mencari jalan untuk menentramkan anak-anaknya agar tidak terus menangis. Ia juga meyakinkan bahwa mereka pasti akan mendapat bantuan pada keesokan harinya. Walaupun tetap tidak bisa mengerti, mereka semua akhirnya tertidur dalam keadaan perut yang kosong.
Pada keesokan paginya, ibu itu pergi seorang diri ke pejabat Tuan Hakim. Sementara anak-anaknya, ia tinggalkan di rumah. Sesampainya di sana, Tuan Hakim mengelak bahwa ia telah berjanji untuk memberikan sesuatu pada hari itu. Akhirnya, sang ibu diusir dari tempat sang pejabat. Dengan rasa malu dan sambil menahan tangisannya, ia pun keluar. Ia tidak ingin menunjukkan dirinya rendah dan hina seperti seorang pengemis yang sudah tidak punya pendirian lagi. Dia tahu dirinya dari keturunan mulia, dari anak cucu Rasulullah saw yang mesti menjaga harga diri.

Ibu itu cepat-cepat meninggalkan tempat pejabat dengan pikirannya yang berkecamuk. Tak hentinya, ia memikirkan nasib malang yang menimpa diri dan anak-anaknya.

“Apa yang akan aku katakan kepada anak-anakku yang sedang menunggu di rumah? Apakah harus kukatakan bahwa Tuan Hakim itu telah mengingkari janjinya? Berilah aku jalan keluar dari kesempitan ini! Aku sendiri pun tidak sanggup lagi menanggungnya, ya Allah.”
Ibu itu mengadu kepada Allah. Ia terus menangis dan merintih mengingat kesempitan hidupnya.

Tiba-tiba, di hadapannya ada dua orang pemuda yang mendengar keluhan dan tangisannya, mereka lalu menegur sang ibu. Dalam percakapan singkatnya dengan salah satu pemuda tersebut, ibu mengetahui bahwa pemuda itu bernama Saiduq, saudagar Nasrani yang kaya raya. Pemuda satunya lagi adalah pengawalnya.

Setelah menceritakan semuanya, sang saudagar tidak pikir panjang untuk bersedia menolong sang ibu. Saudagar itu memerintahkan pengawalnya memberikan seribu dinar dan pergi ke pasar untuk membelikan keperluan sang ibu dan ketiga anaknya. Ibu itu terkejut melihat seorang Nasrani yang begitu murah hati terhadap orang yang susah dan menderita sepertinya. Meskipun dia bukan seorang Muslim, dia tetap seorang manusia yang mempunyai perasaan terhadap insan yang lain.

Pengawal Saiduq itu segera pergi ke pasar untuk membeli makanan, buah-buahan, dan segala keperluan dapur yang diperlukan, termasuk membelikan pakaian untuk ibu dan anak-anaknya. Anak-anaknya bergembira melihat barang-barang yang belum pernah dilihatnya seumur hidup. Sang ibu juga turut gembira. Mulai hari itu, dia tidak menangis lagi. Dalam tangannya, sudah ada seribu dinar yang cukup menjamin hidupnya dua atau tiga tahun lagi.
“Sampaikan salamku kepada Saiduq dan ucapan terima kasih banyak kepadanya,” kata ibu itu kepada pengawal tersebut.
“Ya Allah, Ya Tuhanku, berikanlah Saiduq hidayah untuk memeluk Islam. Berikanlah dia kenikmatan-Mu di surga!”

Sementara itu, pada suatu malam, Tuan Hakim yang sombong itu bermimpi. Dalam mimpinya, seolah-olah dia sedang berada di hari kiamat. Manusia terlalu sibuk waktu itu, masing-masing mencari perlindungan. Kemudian, Tuan Hakim dibawa ke dalam neraka. Dalam mimpinya, dikatakan bahwa semua kepemilikanya bukanlah miliknya lagi, melainkan milik Saiduq. Pada saat itulah, Tuan Hakim tersadar dari mimpinya.

`Pada keesokan paginya, Tuan Hakim bergegas ke rumah Saiduq. Ia bertanya mengenai kebaikan apa yang telah dilakukannya tadi malam? Setelah didesak, Saiduq pun akhirnya mau bercerita. Saiduq mulai mengingat-ingat . Lalu, teringatlah ia pada peristiwa beberapa hari yang lalu. Dia ,menolong seorang permpuan dan anak-anaknya yang dalam kesusahan dan kelaparan.

“Barangkali, kebaikan yang aku lakukan terhadap seorang perempuan yang mempunyai tiga anak kecil, jika tidak salah ingat,” terang Saiduq.
Kemudian, Saiduq balik bertanya perihal apa yang membuat Tuan Hakim ke rumahnya. Tuan Hakim masih termenung dan tertunduk. Wajahya seperti seorang yang sedang memikirkan sesuatu dan tampak sedih sekali. Kemudian, ia menceritakan mimpi yang dialaminya itu. Mendengar cerita itu, gemetarlah badan Saiduq.

“Tuan Hakim, sekarang saksikanlah... bahwa aku bersaksi, tiada Tuhan melainkan Alloh, Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya dan Muhammad itu adalah rasul Allah, yang diutus-Nya membawa petunjuk dan agama yang benar.”
Tuan Hakim menyaksikan keislaman Saiduq itu dengan hati sedih dan menyesal atas kelakuannya yang tidak berperikemanusi aan.

Kebaikan tetaplah kebaikan untuk selama-lamanya, walau seorang Kafir yang melakukannya tetaplah ia akan memetik balasan kebaikan itu dari Allah sang Maha Pemberi, hanya saja bentuk balasan yang diberikan kepadanya bergantung terhadap sikap dan keyakinan dia terhadap keberadaan Allah sebagai Tuhan Semesta Alam

“ Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala ( Balasan Kebaikan ) dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati “ ( QS.Al-Baqoroh :62 )

Wallahu A'lam bishawab ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
--------------- --------------- --------------- ---
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahum ma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Sumber : FB Mutiara Air Mata Muslimah

Genggamlah yang Peduli Pada-Mu


(Jangan Lupa Bagikan Setelah Baca)  ^_^

Percayailah seseorang...
Yang mampu merasakan kesedihanmu dibalik senyumanmu.
Yang mampu mengerti pikiranmu disaat engkau terdiam.
Yang mampu merasakan kasih sayangmu disaat kemarahanmu.
Karena dialah yang akan bisa mengerti tentang dirimu.

~ Terkadang engkau harus berlari jauh..
Agar engkau tahu siapa yang akan datang kepadamu.

~ Terkadang engau harus berbicara pelan..
Agar engkau tahu siapa yang masih mau mendengarkanmu.

~ Terkadang engkau harus melibatkan diri kedalam sebuah perbedaan..
Agar engkau tahu siapa yang masih akan membelamu.

~ Terkadang engkau harus mencoba mengambil keputusan yang kurang tepat..
Agar engkau tahu siapa yang akan menunjukkanmu keputusan yang benar.

~ Terkadang engkau harus melepaskan orang yang sangat engkau cintai..
Agar engkau tahu apakah dia akan kembali setia di sisimu.

Sesungguhnya...
Ketika kita pergi bersembunyi hanyalah untuk ditemukan.
Ketika kita berjalan jauh hanyalah untuk melihat siapa yang masih setia mengikuti.
Ketika kita menangis agar kita tahu siapa yang dengan ikhlas menghapus air mata kita.
Dan dialah sebenarnya yang masih mempedulikan kita.

GABUNG YUK di FP Strawberry ada banyak kata HIKMAH, RENUNGAN dan MOTIVASI.
Ajak sahabat yanng lainnya bergabung

insya Allah Bermanfaat

Sumber : FB Mutiara Air Mata Muslimah