Rabu, 16 Januari 2013

This is life

"Emaakk,,,!! golek duet koq jebule rekoso tenan" begitulah kira-kira kata-kata yang berada didalam foto dinding facebook, dengan gambar seorang anak kecil yang memikul beban rumput yang banyak, tidak bisa di pungkiri lagi bahwa kehidupan pada saat sekarang ini memang sangatlah sulit,  begitu banyak rakyat miskin di dunia ini yang merasakan kesulitan dalam menjalani kehidupan ini, tidak perlu rasanya jauh-jauh melihat dunia, di negeri kita sendiri saja, indonesia misalnya merupakan negara dengan jumlah penduduk miskin sekitar (11,96 persen) atau mencapai 29,13 juta jiwa menurut data sensus penduduk miskin di indonesia pada bulan maret 2012, angka ini masih sangat banyak dan sangat sulit untuk di tanggulangi, meskipun sudah ada sedikit penurunan sebesar 0,89 juta jiwa atau sekitar (0,53 persen), dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 30,02 juta jiwa atau sekitar (12,49 persen) pada bulan maret 2011, hal ini merupakan salah satu dari imbas sedikitnya lapangan pekerjaan di indonesia, yang juga berdampak pada banyaknya sarjana pengangguran yang kesuliatan dalam mendapatkan pekerjaan.


Mungkin jika ada seorang anak adam yang akan lahir ke dunia diberikan pilihan, untuk memilih misalnya hidup miskin atau kaya maka semuanya akan memilih kaya, tidak akan ada yang ingin terlahir dalam keadaan miskin, bahkan mungkin bayi yang tahu akan terlahir dalam keadaan miskinpun, ingin rasanya tetap berada di dalam rahim ibunya dan tidak ingin dilahirkan kedunia, karena mereka tahu bahwa mereka akan merasakan kemiskinan yang sama dengan orang tua mereka, tetapi tidak selamanya orang miskin selalu dibawah, banyak orang miskin yang karena ketekunannya dalam bekerja, mereka bisa menjadi orang yang mampu dan bahkan sukses, meskipun sangatlah sulit untuk menggapainya, dan bahkan tidak sedikit juga orang yang dulunya sukses atau kaya tiba-tiba jatuh miskin atau bangkrut, ini lah yang disebut sebagai roda kehidupan, kadang kita berada dibawah kadang-kadang kita juga berada di atas, kita juga tidak tahu kapan kita akan berada diatas dan berada dibawah.


Sedikit teringat kata-kata orang-orang tua jawa pada zaman dahulu, yang menyuruh anak-anaknya untuk bangun pagi dan melarangnya untuk tidur kembali kira-kira seperti ini " ojo turu isuk-isuk le,,,!! engko rejekine dipatok ayam" kata-kata ini menunjukan bahwa orang-orang pada zaman dahulu tahu bahwa kehidupan di dunia ini, akan terasa sangat sulit apabila kita tidak menjalaninya dengan serius, tetapi banyak anak-anak pada saat sekarang ini yang menganggap remeh kata-kata tersebut, sehingga menjadikan diri mereka bermalas-malasan dalam melakukan aktifitas di pagi hari, yang mengakibatkan terlambat mandi, sarapan, kuliah dan bahkan menjadi sarjana yang tertunda, cukuplah 29,13 juta jiwa tadi saja yang merasakan kemiskinan di negeri kita dan janganlah menambah kuota menjadi 29,14 juta jiwa, seyogyanya kita sebagai warga negara yang memiliki budi pekerti yang baik saling mengingatkan dalam hal tersebut, supaya angka kemiskinan di negara kita tidak semakin bertambah.


Marilah bersama-sama kita bangkit dan majukan negara kita, di mulai dari diri sendiri dan yang kemudian diaplikasikan di lingkungan keluarga kita lalu masyarakat kita, seperti bunyi pepatah "jika kamu ingin mengubah dunia maka kamu harus merubahnya dari diri kamu terlebih dahulu, kemudian keluarga, masyarakat sekitar, dan negara".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar